Ini Fakta Yang Perlu Diketahui Sebelum Pakai Oli ATPM
Tips & Tricks•3 bulan yang lalu

Bolehkah Menggunakan Oli Mesin Selain Rekomendasi ATPM?
Masih banyak pemilik kendaraan yang percaya bahwa hanya oli mesin rekomendasi ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) yang boleh digunakan untuk garansi kendaraan tetap berlaku. Bahkan, muncul anggapan bahwa menggunakan oli aftermarket dapat menggugurkan garansi. Namun, benarkah demikian?
Pada dasarnya, penggunaan oli mesin dari merek lain atau aftermarket diperbolehkan, selama oli tersebut memenuhi spesifikasi teknis yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan. Spesifikasi yang dimaksud meliputi:
Viskositas (SAE)
Standar mutu oli seperti API, ACEA, atau JASO
Kesesuaian dengan karakteristik mesin
Artinya, pabrikan kendaraan umumnya tidak mewajibkan merek oli tertentu, melainkan jenis dan spesifikasi oli yang sesuai dengan kebutuhan mesin.
Oli Aftermarket Tidak Menggugurkan Garansi
Garansi kendaraan memang memiliki syarat dan ketentuan tertentu. Salah satu hal yang sering diperiksa saat klaim garansi adalah kesesuaian spesifikasi oli mesin yang digunakan. Jika terjadi kerusakan mesin dan terbukti oli yang digunakan tidak sesuai spesifikasi pabrikan, atau menyebabkan masalah pelumasan, maka klaim garansi berpotensi ditolak. Namun, bukan karena mereknya aftermarket, melainkan karena spesifikasinya tidak sesuai.
Dampak Penggunaan Oli Tidak Sesuai Spesifikasi
Penggunaan oli yang tidak sesuai kebutuhan mesin, baik oli ATPM maupun aftermarket dapat menimbulkan berbagai risiko, antara lain:
Overheating mesin
Penurunan performa mesin
Risiko pada sistem emisi
Pembentukan endapan dan kerak
Potensi kehilangan garasi
Penting dipahami bahwa dampak di atas bukan semata-mata karena menggunakan oli di luar ATPM, tetapi karena oli yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan mesin.
Alasan Konsumen Ragu Menggunakan Oli ATPM
Di pasar otomotif Indonesia, oli ATPM kerap menjadi perdebatan. Beberapa alasan umum mengapa konsumen memilih oli aftermarket antara lain:
Harga oli tidak sebanding
Sebagian konsumen menilai harga oli ATPM relatif tinggi dibandingkan performa yang dirasakan, sehingga memilih oli aftermarket dengan harga lebih kompetitif.
Pengalaman pemakaian
Pengalaman seperti mesin terasa cepat panas, konsumsi oli meningkat, atau performa kurang maksimal membuat sebagian pengguna beralih ke oli aftermarket.
Loyalitas merek oli terpercaya
Preferensi oli aftermarket memberikan kualitas base oil yang lebih baik, semakin berinovasi dari sisi teknologi, standar, dan formulasi, sehingga dianggap lebih relevan dengan kebutuhan mesin modern.
Konsumen mengedepankan fitur dan spesifikasi
Saat ini, semakin banyak pemilik kendaraan yang melakukan riset dan memilih oli berdasarkan spesifikasi dan kebutuhan mesin, bukan semata mengikuti rekomendasi ATPM.
Oli Aftermarket Berkualitas dan Pasti Cocok
Menggunakan oli mesin di luar rekomendasi ATPM diperbolehkan selama oli tersebut memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan pabrikan. Risiko justru muncul ketika oli yang digunakan tidak sesuai kebutuhan mesin, baik dari sisi viskositas, standar, maupun kualitas formulasi.
PTT Lubricants menghadirkan oli berkualitas dengan standar ter-update dan teknologi pelumasan masa depan, dirancang untuk mendukung performa mesin modern sekaligus membantu memperpanjang usia pakai kendaraan dalam jangka panjang.
























