Ini Alasan Kenapa Oli Mesin Pada Mobil Tua Lebih Cepat Oksidasi
Tips & Tricks•13 jam yang lalu

Beberapa pengguna mobil tua merasa oli mesin lebih cepat teroksidasi setelah usia pakai kendaraan melewati 10 tahun. Warna oli yang cepat menghitam, teksturnya mengental, bahkan performanya menurun meskipun baru digunakan dalam jarak tempuh singkat. Tak sedikit juga yang mengira bahwa faktor salah pemilihan oli mempengaruhi permasalahan tersebut.
Padahal, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kualitas oli, melainkan dipengaruhi oleh faktor teknis pada mesin yang sudah berumur. Lalu, apa sebenarnya penyebab oli pada mobil tua lebih cepat mengalami oksidasi?
Apa Itu Oksidasi Oli Mesin?
Oksidasi adalah reaksi kimia antara oli, panas, dan oksigen saat mesin bekerja. Proses ini menyebabkan struktur oli berubah sehingga kualitas pelumasannya menurun.
Dampak dari oksidasi antara lain:
oli menjadi lebih kental,
warna cepat menggelap,
terbentuk sludge atau kerak,
perlindungan komponen mesin berkurang.
Mobil tua memang secara alami lebih rentan mengalami oksidasi oli. Semakin berat beban kerja mesin, semakin cepat pula proses oksidasi terjadi.
Kenapa Mobil Tua Lebih Cepat Mengalami Oksidasi Oli?
1. Suhu Mesin Lebih Panas
Seiring usia, efisiensi pendinginan mesin menurun. Gesekan komponen juga lebih tinggi. Panas berlebih mempercepat reaksi kimia pada oli, sehingga oli lebih cepat rusak dan mengental.
2. Celah Komponen Renggang
Ring piston, silinder, dan komponen internal yang aus membuat celah makin besar. Akibatnya terjadi blow-by gas, yaitu gas sisa pembakaran masuk ke ruang oli. Gas ini membawa karbon dan kotoran yang mempercepat oksidasi.
3. Penumpukan Kerak dan Sludge
Sisa pembakaran dan residu oli lama yang menumpuk di dalam mesin dapat bercampur dengan oli baru. Akibatnya, oli yang baru diganti pun terlihat cepat kotor. Pada mesin yang sudah berkerak, penggunaan oli jenis apa pun akan selalu oksidasi.
4. Oli Tidak Tahan Panas
Oli dengan base oil dan aditif yang kurang stabil cenderung lebih mudah terurai saat terkena suhu tinggi. Akibatnya, viskositas menurun, pelumasan tidak optimal, dan proses oksidasi berlangsung lebih cepat.
Karena itu, pemilihan oli yang tepat menjadi faktor penting, terutama untuk mesin dengan usia pakai tinggi.
Solusi Mengatasi Oli Mesin Tidak Cepat Oksidasi
Untuk mengurangi risiko oksidasi berlebih, perawatan tidak cukup hanya dengan mengganti oli secara rutin. Diperlukan langkah tambahan agar kondisi mesin tetap bersih dan pelumasan bekerja optimal.
Beberapa hal yang disarankan antara lain:
melakukan flushing oil untuk membersihkan kerak dan sludge,
menggunakan oli dengan aditif antioksidan dan detergent yang kuat,
memilih viskositas yang stabil untuk mesin berumur,
memperpendek interval penggantian oli.
Dengan mesin yang lebih bersih, oli baru dapat bekerja lebih efektif dan tidak cepat teroksidasi
























